Selasa, 19 Juli 2016

Badai Ujian Belumlah Reda

















Hidup seorang Rosmalina awalnya bahagia. Merintis usaha untuk menopang kehidupan keluarganya dan membahagiakan kedua putrinya. Kesuksesan luar biasa telah diraihnya.

Namun, apalah daya takdir berkata lain. Kesuksesan itu hanyalah dirasakan sementara.Tanpa ada bekas yang nyata untuk diberikan kepada keluarga.

Satu langkah yang pernah Rosmalina tempuh ternyata berakibat fatal untuk kehidupannya. Hingga tanpa diduga kehancuran dan kebangkrutan harus dia terima.

Awal dari semua ujian yang melanda. Rosmalina shock! Tak tahu harus bagaimana. Tak tahu meminta tolong kepada siapa. Bayangan rentenir terus mendera. Hingga semua berimbas dalam kehidupannya.

Kehidupan keluarga Rosmalina goyah. Semua anggota keluarganya merasa marah kepadanya. Sumber pendapatan keluarga kini hancur tiada bekasnya. Bagaimana mereka akan hidup seterusnya.

Rosmalina sedih tidak dapat berbuat apa-apa. Dia telah menghancurkan harapan keluarganya. Sebagai anak tertua, tanggungjawab ada dipundaknya. Namun ia tak bisa memikulnya.

Harapan sirna. Dukungan yang diharapkannya tak diperolehnya. Bahkan dari suami tercinta.

Suami yang telah menjadi pendamping hidupnya selama ini ternyata tidak bisa jadi tempat untuk berbagi. Bahkan lebih memilih untuk meninggalkan dirinya. Dan lebih merananya, salah satu buah hatinya harus berpisah dengannya tuk dibawa suaminya.

Rosmalina merasa sendiri. Tiada lagi yang perduli. Semua menyalahkan dirinya.

2 tahun sudah Rosmalina berjalan, melangsungkan kehidupannya tanpa ada keluarga yang membantunya. Rosmalina berusaha bangkit.

Dari sisa-sisa hasil usahanya masih terkumpul uang sekitar 20 juta. Rosmalina berniat untuk membuka toko lagi. Tapi, skenario Allah berbicara lain. Uangnya dibawa kabur oleh temannya.

"Ya Allah, cobaan apalagi ini? " ujar Rosmalina.

Takut dan tertekan! Itulah yang dirasakannya. Tak berani dia bertemu orang.

Rosmalina akhirnya menyendiri. Berusaha menenangkan diri. 2 bulan lamanya ia merenungi setiap peristiwa yang menimpanya.


Sampai akhirnya, Rosmalina bertemu dengan seorang ustadz. Satu nasehat yang tak akan pernah Rosmalina lupa. "Kamu akan bangkit kembali setelah harta harammu habis" , kata sang ustadz.

Ya Allah, beginikah cara-Mu untuk mengingatkanku? Beginikah cara-Mu untuk membersihkan hartaku?, pikir Rosmalina.

Tak pernah terbayang, tindakannya menjadi penghubung rentenir dengan teman-temannya membuat dirinya terlibat dalam dosa.

Saat itu juga Rosmalina tersadar. Ujian dan cobaan yang Allah berikan adalah cara Allah membersihkan hartanya. Harta yang didalamnya ternyata tidak mengandung berkah.

Setelah beberapa bulan Rosmalina menenangkan diri dengan mendekatkan diri kepada Illahi. Dia mulai menata hati dan mulai melangkah lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar