Rosmalina telah mengalami berbagai macam ujian dan cobaan. Usaha dan keluarganya telah hancur dan berantakan. Melangkah sendiri tanpa ada dukungan.Tak ada yang perduli. Namun Rosmalina terus berjalan tanpa henti.
Sebuah perjalanan religi dilalui. Di Masjid 1000 pintu Rosmalina digembleng, dibimbing, dibina oleh seorang ustadz. Menyadarkan dirinya untuk bertobat. Membersihkan harta yang selama ini dia dapat.
Rosmalina berpikir, inilah jalan yang harus kulalui. Allah menegur dan memperingatkan dirinya atas harta haramnya. Selama ini tidak pernah terlintas di pikirannya berurusan dengan rentenir walau cuma sedikitpun akan menyeretnya turut dalam kubangan dosa.
Kini, hartanya habis dan keluarganya entah bagaimana nasibnya. Namun Rosmalina harus bertahan. Demi kelanjutan hidup dirinya dan keluarganya. "Aku harus bekerja", tekad Rosmalina.
Utang bank yang harus diselesaikan, bayangan rumah ibunya yang akan disita, serta tangisan anaknya semakin menguatkan dirinya untuk terus berusaha.
Tahun 2009, Rosmalina bertemu dengan temannya. Dia mengusulkan Rosmalina untuk mencari kerja di luar negeri. Saat itu dia tidak tahu mau kerja apa nantinya di luar negeri.
Ada sponsor yang menawari pekerjaan. Mereka bilang Rosmalina akan dipekerjakan sebagai baby sitter. Belumlah beruntung dia. Ternyata semua bohong belaka. Rosmalina bekerja sebagai pembantu.
Sudah kepalang tanggung. Rosmalina sudah bertekad untuk mencari kerja. Biarlah jadi pembantu asalkan dia bisa melunasi semua utangnya. Modal lillahita'ala. Berangkatlah Rosmalina ke Hongkong tahun 2010.
Bekerja di Hongkong Rosmalina jalani penuh semangat. Walau menguras tenaga dan waktu yang lama tak membuatnya surut melangkah. Bayangkan saja, dia harus bekerja selama 17 jam non stop setiap harinya.
Waktu yang terbatas tidak mengurangi niat Rosmalina tuk mencari ilmu. Disela-sela kerjanya, dia gunakan untuk bersekolah. Dia mempelajari ilmu komputer dan bahasa inggris. 2 tahun lamanya ia tempuh sekolah itu.
Bekerja, bersekolah dan bergabung dengan komunitas-komunitas yang ada di Hongkong menjadi agenda tetapnya.
Tahun 2012 Rosmalina ikut Sekolah Mandiri Sahabatku. Sekolah yang membentuk dirinya untuk terus membuka pikiran dan wawasannya. Hidup haruslah tetap dilanjutkan meski dia dalam kesulitan.
Di Sekolah Mandiri Sahabatku ini, Rosmalina belajar untuk berwirausaha. Menjalin kerjasama dengan berbagai kelompok. Namun usahanya belumlah berhasil.
Rosmalina tetap berusaha. Dia tertarik untuk berbisnis di bidang fashion yaitu kaos. Menurutnya fashion tidak pernah ada matinya sudah menjadi kebutuhan sehari-hari ibaratnya.
Rosmalina terus memutar otak agar usahanya tetap berjalan setelah beberapa kali mengalami kegagalan. Usaha kaosnya yang diberi nama "Glowdis Creation" haruslah terus dikembangkan.
Rosmalina ikut lagi sekolah wirausaha yang dikelola BRI. Belajar, belajar, dan terus belajar. Itulah yang diinginkannya agar usaha kaos glowdisnya ini bisa berdiri kokoh.
Terus berdoa, ikhtiar sungguh-sungguh serta kerja keras dan tak lupa untuk bersyukur yang terus dilakukan Rosmalina akhirnya membuahkan hasil. Predikat best performence untuk mempromosikan kaosnya pun diraihnya.
Tak ingin berjuang sendiri membesarkan glowdis, Rosmalina menggandeng saudara-saudaranya untuk bekerjasama. Semua aset dan perlengkapan yang digunakan untuk produksi dia perbarui. Berbagai cara digunakan untuk promosi. Berbagai komunitas di Hongkong dia masuki.
Dan, sebuah hasil pun diraihnya. Kaos glowdis bisa diproduksi dan dipesan hingga mencapai omzet 40 juta lebih. Sebuah pencapaian yang penuh perjuangan.
Tak kenal menyerah, terus berdoa, berusaha dan tak lupa bersyukur menjadikan Rosmalina sosok yang tangguh dalam berkarya.
Dari Hongkong Rosmalina berkarya, berharap usaha kaosnya bisa menjadi besar nantinya. Walaupun hanya seorang pembantu Rosmalina ingin menunjukkan bahwa dia bisa. Dia akan bangkit demi impiannya.
Hinaan dan ejekan bukanlah penghambat langkahnya. Justru itulah pelecut semangat yang terus membara di dalam dada Rosmalina. Wajah ibu dan anak yang ingin ditemuinya membakar semangat untuk terus berkarya walau dari jauh yaitu negeri Hongkong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar